Partisipasi Taro pada Pengembangan Potensi Anak-anak Penyandang Cerebral Palsy Melalui Kegiatan Petualangan

Brand Snack Taro berkomitmen untuk turut berpartisipasi pada pengembangan potensi anak melalui kegiatan informal yang dikemas dalam bentuk dan tema petualangan. Berpegang pada prinsip bahwa petualangan adalah untuk semua anak dan mewujudkan cita-cita agar anak Indonesia bisa bertumbuh kembang dengan bahagia maka bertepatan dengan hari Cerebral Palsy Sedunia yang jatuh pada tanggal 2 Oktober, Taro mengadakan rangkaian kegiatan CSR bekerjasama dengan Yayasan Sentuhan Kasih Karunia.

Yayasan ini mempunyai visi untuk meningkatkan dan mengoptimalkan anak penyandang cerebral palsy agar mempunyai potensi dan taraf hidup dalam kemandirian antara lain dengan mendirikan wadah dalam bidang pendidikan rehabilitas bagi anak penyandang cerebral palsy,memberikan pelatihan, penyuluhan dan home program pendidikan bagi orang tua anak penyandang cerebral palsy,mengoptimalkan kepedulian masyarakat bagi anak penyandang cerebral palsy.

Taro mendukung kegiatan ini karena banyak yang belum mengetahui mengenai Cerebral Palsy, padahal banyak anak-anak penyandangnya yang membutuhkan uluran tangan baik moril maupun materil. Rangkaian kegiatan berupa partisipasi pada acara yang diadakan oleh Yayasan Sentuhan Kasih Kurnia pada tanggal 29 September 2013 di Central Park dimana Taro akan membuat kegiatan petualangan berkreasi membuat kue ulang tahun sendiri, bermain bersama kelinci-kelinci lucu untuk menstimulasi otak dan membantu mereka untuk belajar mengeksplorasi sekeliling.

Dilanjutkan dengan kegiatan acara Taro di SMS Mal Serpong dari tanggal 7 – 13 Oktober 2013 berupa kegiatan indoor wall climbing ,caving dan rumah pohon Taro ,panggung kreativitas anak-anak dan juga kegiatan pengumpulan donasi disamping menyumbangkan sebagian penjualan produk melalui yayasan.Taro mengharapkan dengan kegiatan ini bekerjasama dengan Yayasan Sentuhan Kasih Karunia, paling tidak masyarakat dapat mengetahui , mengerti dan ikut peduli akan keberadaan Cerebral Palsy dimana pengidapnya sudah cukup banyak di Indonesia.